Namaqu Meidina. Tiga tahun yg lalu saat aqu masih kuliah di Jakarta, aqu tinggal di rumah kontrakan dgn tiga kawan lainnya. Di kontrakan itu kita tinggal berempat, aqu dan Windha kawan kampusku serta dua lelaki anak kampusku juga meskipun mereka berbeda jurusan. Sebelomnya aqu tinggal di tempat kos, juga di daerah Tomang, dan Windha yg mengajakku untuk mencari rumah kontrakan di dekat kampus. Setelah dipikir-pikir memang lebih enak untuk tinggal di rumah kontrakan karena yg tinggal tak terlalu banyak seperti tempat kos pada umumnya dan juga biayanya tak jauh beda karena semua pengeluaran bisa dibagi berempat.
Sebagai gambaran, saat itu umurqu masih 20 tahun. Tubuhku tak terlalu tinggi, 162 cm, namun payudaraqu besar (36C) sehingga aqu sering pakai pakaian yg longgar supaya tak terlalu menarik perhatian. Menurutku wajahku tak cantik-cantik amat, namun memang tak sedikit lelaki yg naksir aqu, apalagi saat itu aqu belom punya pacar. Saat di SMU sampai tingkat pertama aqu pernah pacaran namun kemudian mantan pacarku ketahuan menyeleweng meskipun saat itu aqu telah menyerahkan segalanya ke dia. Perlu waktu cukup lama bagi aqu untuk mengobati sakit hatiku padanya.
Salah satu lelaki yg tinggal di kosku (sebut saja namanya Heldy) sangat baik padaqu dan aqu punya perasaan kalo dia naksir aqu. Heldy selalu memberikan perhatian yg lebih kepadaqu dan sering membawakan makan malam untukku. Sebenarnya aqu juga suka padanya, namun karena dia sendiri tak pernah mengungkapkan perasaannya kepadaqu, aqu bersikap biasa-biasa saja padanya. Kita telah beberapa kali pergi nonton atau makan berdua namun Heldy belom juga berani bilang atau memintaqu untuk jadi pacarnya.
Pada saat libur lebaran, aqu memutuskan untuk tak pulang ke kota asalku di Sumatra Selatan. Heldy juga tetap tinggal di Jakarta sedangkan kedua kawanku yg lain pulang. Pembantu juga pulang kampung, jadi tinggal aqu dan Heldy saja yg tinggal di rumah. Karena tak ada pembantu, aqu terpaksa melaqukan pekerjaan rumah seperti mencuci pakaian ataupun membersihkan rumah. Pada hari Minggu pagi sekitar jam 9 aqu ke halaman belakang rumah untuk mencuci pakaianku. Biasanya kalo hari Minggu pagi Heldy main tennis dgn kawan-kawannya sehingga saat itu aqu pikir tak ada siapa-siapa di rumah.
Aqu masih mengenakan pakaian tidurku, daster berwarna biru muda yg pendek dan tak mengenakan bra. Biasanya aqu selalu mengenakan bra bila keluar kamar, namun pagi itu aqu cuek saja karena aqu pikir aqu sendirian di rumah. Saat mencuci pakaian aqu duduk di kursi pendek. Rokku aqu singkapkan dan kedua kakiku aqu buka lebar agar mudah untuk mencuci pakaian. Arah dudukku menghadap jendela kamar Heldy dan dari arah jendela, pahaqu dan celana dalamku bisa terlihat jelas. Tubuhku juga berkali-kali membungkuk dan bila aqu membungkuk payudaraqu sesekali terlihat karena potongan dada dasterku cukup rendah. Apalagi posisi dudukku dekat dgn jendela kamar Heldy.
Saat itu aqu benar-benar tak tahu kalo Heldy ternyata tak main tennis dan masih ada di kamarnya. Setelah aqu hampir selesai mencuci pakaian aqu menengok ke arah kamar Heldy dan sangat kaget kalo ternyata dia berdiri di kamarnya sambil memandangi aqu dari jendela. Memang aqu tak bisa melihat dia dgn jelas karena di luar terang sedangkan kamar Heldy cukup gelap, apalagi masih ada kaca yg membatasi dia dgn aqu. Aqu sungguh terperanjat menyadari posisi dudukku dan bahwa
Heldy telah berdiri di situ dari tadi sambil melihatku. Cepat-cepat aqu atur posisi dudukku dan membetulkan posisi rokku. Heldy kemudian keluar dan berjalan ke arahku. Dia minta maaf kalo dari tadi dia diam saja dan tak kasih tahu aqu kalo dia ada di kamar. Sambil menengok ke arah celananya dia juga bilang kalo kemaluannya berdiri karena terangsang melihatku. Mendengar itu mukaqu langsung merah karena malu.
Siang harinya Heldy mengajakku keluar makan dan untuk pertama kalinya dia mengungkapkan perasaannya kepadaqu. Aqu mengiakan dan memang telah cukup lama aqu menanti saat itu. Kita kemudian pergi nonton di Plaza Senayan dan begitu sampai rumah petang harinya Heldy untuk pertama kalinya mencium aqu. Aqu balas ciumannya dan kemudian dia menarikku ke kamarnya. Kita berciuman sesaat dan tangannya mulai nakal dan menggeraygi payudaraqu meskipun aqu masih mengenakan pakaian lengkap. Heldy kemudian mengajakku ke kamar mandi. Aqu bilang kalo aqu malu dan tak mau mandi bersama dia. Namun kemudian dia menarikku ke kamar mandi dan kita kembali berciuman hebat.
Tangannya mengambil air di gayung tanpa sepengetahuanku dan tiba-tiba menyiramkan air ke kepalaqu. Aqu kaget setengah mati, namun kemudian tertawa juga. Pakaian yg aqu kenakan basah kuyup. Saat itu aqu mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana jeans. Meskipun masih mengenakan bra, payudaraqu tercetak jelas di balik kemejaqu yg basah kuyup. Heldy kemudian mundur ke arah dinding dan memintaqu untuk melepaskan semua pakaianku.
Tak tahu apa yg merasuki aqu, saat itu aqu menuruti saja apa yg dia minta. Perlahan-lahan aqu buka semua kancing pakaianku dan setelah terbuka, kemejaqu aqu lempar ke lantai kamar mandi. Kemudian aqu mulai melepaskan celana jeansku sehingga aqu berdiri di hadapannya dgn cuma mengenakan celana dalam dan bra. Heldy bilang kalo payudaraqu ternyata lebih besar dari apa yg dia pikir selama ini. Kemudian Heldy mengambil air lagi di gayung dan mengguyurkannya ke tubuhku. Celana dalamku langsung basah kuyup dan bulu kemaluannku tercetak jelas di balik celana dalamku yg basah. Aqu langsung bereaksi menutupi kemaluanku dgn tanganku sambil tangan satunya menutupi payudara dan kedua putingku yg sekarang juga tampak samar-samar karena baju juga basah.
Heldy cuma memandangi aqu dan memintaqu untuk melepaskan semua yg aqu kenakan. Seperti kena sihir aqu membalikkan tubuh dan melepaskan bra dan celana dalamku. Kemudian aqu berbalik lagi dgn posisi tangan kanan di payudaraqu dan tangan kiri menutupi kemaluanku. Aqu cuma berdiri menunduk dgn perasaan malu luar biasa karena baru pertama kali itu aqu telanjang di depan Heldy.
Heldy memintaqu untuk menurunkan kedua tanganku ke samping dan masih dgn menunduk kedua tanganku aqu turunkan perlahan-lahan. Tubuhku gemetar hebat karena malu dan kini aqu berdiri telanjang bulat di hadapan Heldy.
Payudara dan putingku yg berwarna kecoklatan tak ditutupi apa-apa lagi, juga kemaluanku yg ditumbuhi rambut cukup lebat. Heldy masih berdiri menyender di dinding kamar mandi dgn pakaian lengkap dan terus memandangi aqu sambil bilang kalo aqu seksi. Lama kelamaan rasa maluku mulai hilang dan aqu beranikan diri melihat ke arahnya. Heldy lalu juga melepaskan semua pakaiannya dan dia berdiri di hadapanku dgn kemaluan yg tegang dan mengarah ke atas.
Heldy kemudian menghampiriku dan kembali mencumbuiku. Ciumannya mulai turun ke payudaraqu dan Heldy lalu menghisap dan menjilati putingku. Memang itu adalah titik kelemahanku. Bila putingku dijilat atau dihisap, aqu pasti langsung lupa daratan. Aqu mulai mendesah-desah dan Heldy semakin bernafsu menjilati putingku sambil tangannya turun dan memainkan clitorisku. Kemaluanqu mulai basah dan kedua kakiku aqu buka lebih lebar agar Heldy bisa memainkan clitorisku lebih bebas lagi. Aqu telah sangat terangsang ketika Heldy mengajakku mandi.
Dia mengguyur tubuhku dgn air lagi berkali-kali dan kita mulai menyabuni satu sama lain. Heldy mulai dgn payudaraqu, punggungku, pantatku dan kemudian ke selangkanganku. Kakiku aqu buka lebih lebar lagi dan lututku aqu tekuk sedikit. Sambil menciumiku, Heldy terus menyabuni kemaluan
dan klitorisku. Bibir kemaluanqu dibuka sedikit olehnya dan kemudian dia mulai menyabuni bagian dalam kemaluanqu. Heldy melaqukannya dgn lembut sehingga aqu tak merasa sakit atau perih.
Setelah itu giliran aqu yg menyabuni dia. Selangkangannya aqu sabuni, juga kemaluannya yg masih berdiri tegak. Aqu tahu Heldy menikmati itu karena dia tak mau aqu berhenti. Kira-kira lima menit kemudian kita mengguyur tubuh kita yg masih bersabun dan lalu mengeringkan tubuh dgn handuk.
Heldy kemudian memintaqu berbaring di ranjangnya. Aqu berjalan ke ranjangnya dan tiduran telentang menghadap Heldy yg berdiri di depan ranjangnya. Lama dia memandangi aqu sampai kemudian menyuruhku membuka kedua kakiku. Aqu telah sangat terangsang dan aqu turuti permintaannya. Kedua kakiku aqu buka lebar, kedua tanganku aqu angkat di atas kepala dan aqu biarkan Heldy menikmati tubuh telanjangku. Heldy kemudian berdiri di atas lututnya di sisi ranjang dan menarik tubuhku ke arahnya. Sekarang pinggulku persis di sisi ranjang dan Heldy memegang kedua lututku.
Kedua kakiku dia buka lebar-lebar dan Heldy mulai menjilati selangkanganku, dimulai dari pahaqu bagian dalam. Heldy kemudian menjilati bibir kemaluanqu. Aqu telah sangat terangsang dan kemaluanqu basah. Sambil memejamkan mata aqu terus mendesah hebat, apalagi setelah Heldy mulai menjilati klitorisku. Mendengar desahanku, Heldy semakin bernafsu dan sekarang dia membuka bibir kemaluanqu dan mulai menjilatiku dari arah bawah sampai klitorisku. Katanya cairan kemaluanqu sedikit asin namun tak berbau sama sekali. Memang aqu sangat hati-hati untuk menjaga kebersihan kemaluanqu. Heldy terus menjilatiku sampai aqu orgasme. Setelah aqu orgasme, Heldy berdiri dan dgn perlahan-lahan memasukkan kemaluannya ke kemaluanqu dan mulai menggoygkan pinggulnya maju mundur. Rasanya sungguh nikmat dan menurutku bercinta dgn Heldy lebih enak dibandingkan dgn pacarku yg dulu karena dia sangat berhati-hati untuk tak menyakitiku.
Beberapa menit kemudian Heldy memintaqu untuk berubah posisi sehingga aqu sekarang duduk di atas dia. Perlahan-lahan aqu masukkan kembali kemaluannya ke kemaluanqu dan aqu mulai menggoygkan pinggulku di atas dia. Kedua tanganku aqu angkat ke atas dan tangan Heldy mulai meremas-remas dan memainkan payudaraqu. Heldy bilang kalo payudaraqu besar dan kenyal. Aqu terus menggoygkan pinggulku, ke depan belakang dan juga naik turun sampai aqu orgasme untuk kedua kalinya. Tak lama kemudian Heldy bilang kalo dia telah mau keluar dan cepat-cepat aqu lepaskan kemaluannya dari dalam kemaluanqu. Saat itu kita tak siap dgn kondom dan aqu tak mau sampai hamil, jadi terpaksa aqu harus cepat-cepat lepaskan.
Kemudian aqu pegang kemaluannya dan mulai mengocok-ngocok kemaluannya sampai Heldy orgasme. Spermanya keluar banyak sekali sampai muncrat ke leher dan dadaqu. Setelah orgasme Heldy terlihat lelah dan kemudian aqu peluk dia dgn erat. Kita berpelukan cukup lama dan baru setelah itu ke kamar mandi lagi untuk membersihkan tubuh kita. Apa yg baru kita laqukan benar- benar pengalaman yg tak terlupakan. Malam itu aqu tidur di kamar Heldy setelah kembali bercinta dgn berbagai posisi sebelom tidur. Keesokan harinya kita berdua tak keluar rumah dan menghabiskan saat untuk bercinta atau bermalas-malasan di kamar. Selama beberapa hari di rumah berdua, Heldy tak membolehkan aqu untuk mengenakan pakaian. Dgn tanpa mengenakan apa-apa kita melaqukan berbagai aktivitas seperti memasak, mencuci pakaian, membersihkan rumah dan nonton TV. Awal-awalnya aqu masih merasa aneh berjalan-jalan di sekitar rumah tanpa pakaian, namun lama-lama aqu menikmati juga kebebasan itu. Aktivitas-aktivitas gila itu harus kita hentikan setelah pembantu dan kedua kawan kontrakanku kembali ke Jakarta.\
Hubunganku dgn Heldy berlanjut sampai kuliah kita selesai. Selesai kuliah Heldy kembali ke Surabaya untuk membantu usaha ayahnya dan aqu sendiri kerja di Jakarta. Setahun pertama kita masih meneruskan hubungan lewat telpon dan sekali-sekali Heldy datang ke Jakarta. Awal tahun ini Heldy mulai jarang menelponku dan banyak pikiran negatif berkecamuk di benakku. Karena taqut kejadian yg sama menimpaqu lagi, aqu memutuskan hubungan baik-baik dgn Heldy. Aqu tak tahu apakah saat ini Heldy telah punya pacar lagi atau tak. Terus terang aqu tak mau tahu dan aqu cuma mau mengenang saat-saat indahku dgn Heldy. Aqu yakin satu saat aqu pasti akan mendapatkan penggantinya.